Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Kesalahan Membuat Portofolio. Hal Yang Wajib Dihindari!

 Kesalahan dalam membuat portofolio desain - dkvbanget.com

Seperti yang ditulis pada judul sebelumnya, Portofolio desain merupakan salah satu hal penting yang dapat dijadikan untuk menggambarkan seberapa “tinggi” skill seseorang. Atau bukan hanya menggambarkan skill saja, portofolio juga dapat dijadikan sebagai acuan seorang desainer cenderung memiliki kelebihan dalam hal apa. Lebih gampangnya portofolio bisa disebut juga sebagai media “jualan skill” kamu kepada perusahaan tempat kamu mengirimkan lamaran.
Namun dalam pembuatannya, kamu perlu memperhatikan beberapa hal dan wajib menghindari beberapa kesalahan berikut ini.

  • Menampilkan Terlalu Banyak Hasil Kerja
Disatu sisi mencantumkan banyak karya menjadi kelebihan kalau kamu mampu mengerjakan banyak hal, namun di sisi lain klien atau perusahan perekrut dapat melihat kalau kamu tidak memiliki spesialisasi dalam satu bidang desain. Termasuk di dalamnya adalah dengan mencantumkan seluruh karya pada portofolionya yang dibuat saat masih kuliah atau sekolah. Cukup dengan memilih yang paling terbaik menurut versi kamu untuk dicantumkan dalam portofolio kamu. Hal tersebut akan lebih terlihat kalau portofoliomu jauh lebih terkesan professional. Namun, ketika memilih hasil karya yang hendak dicantumkan pada portofolio, pastikan bahwa karya-karya tersebut dapat menarik minat dan perhatian calon klien potensial anda.

  • Memperlihatkan Kekurangan
Pernahkah kamu menampilkan semua grafik skill yang dikuasai di portofolio desain kamu? Hal ini sebenarnya bisa juga menjadi bumerang buat kamu sendiri loh. Tren visual ini memang sedikit menarik, karena tidak hanya menampilkan keahlian, tetapi secara tidak langsung juga menampilkan kekurangan kamu. Tren ini biasanya menggunakan sebuah grafik kecil ataupun visualisasi dan dilengkapi dengan nama keahlian untuk menunjukkan tingkat penguasaan keahlian.

Pernahkah kamu berfikir ketika kamu memilih menerapakan bentuk visual tersebut, para klien justru akan langsung melihat kelemahan kamu, bukan pada kemampuan anda. Justru tingkat rendah dari kemampuan yang kamu miliki menjadi titik point dari klien. Oleh karenanya, sebaiknya kamu mulai meninggalkan cara tersebut karena grafis seperti ini bukanlah salah satu strategi pemasaran yang bagus.

  • Menunjukkan Kalau Kamu Kurang Pe-De
Kurang percaya diri masih kerap ditunjukkan dengan kalimat-kalimat yang tidak tegas. Masih sering ditemukan portofolio desainer berbakat yang tampil kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Hindari kalimat-kalimat pasif seperti “Saya berharap suatu saat bisa mencapainya..” atau “Saya baru saja memulai pekerjaan ini..”. Hal semacam itu dapat menghancurkan kepercayaan diri dan membuat calon klien meragukan kualitas kinerja kamu. Mungkin sebaiknya menghindari kata-kata pasif yang menunjukkan kurangnya kepercayaan diri kamu dalam portofolio desain karena klien juga memperhatikan kepercayaan diri calon desainer untuk mereka.

Itulah beberapa hal yang dapat kamu hindari dalam membuat portofolio desain. Karena sebagus apapun artwork kamu, jika salah menerapkan strategi untuk memasarkan diri kamu sebagai desainer, maka akan tetap dianggap sebelah mata oleh calon klien.

Good luck, Semoga bermanfaat...


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kesalahan Membuat Portofolio. Hal Yang Wajib Dihindari!"

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...