Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Kelas Karyawan Desain

Kelas karyawan merupakan program perkuliahan untuk karyawan yang ingin melanjutkan atau memulai dari awal perkuliahan, di samping menjalani kesehariannya sebagai karyawan. Sebenarnya tidak khusus untuk karyawan saja sih, pada kenyataannya kamu yang berstatus non-karyawan dalam artian belum bekerja, juga dapat memilih program perkuliahan seperti ini. Namun tentu ada konsekuensi dan resikonya.

Pada umumnya, kelas karyawan diadakan pada sore hingga malam hari. Namun pada waktu sekarang ini, beberapa universitas yang memang sudah terprogram dengan baik, mampu mengoptimalkan waktu dengan mengadakan kuliah e-learning. Keuntungannya jelas, kita tidak akan capek dan lelah kuliah hingga larut malam. Karena sudah menjadi seorang karyawan, tentunya waktu sudah habis dengan kerjaan-kerjaan yang harus diselesaikan, oleh karena itu dengan adanya program e-learning sebenarnya sudah sangat membantu bagi yang tidak bisa masuk kelas reguler seperti perkuliahan biasanya. Namun konsekuensi dari universitas yang menerapkan sistem e-learning semacam ini, jauh lebih menyita isi kantong dalam urusan kebijakan biaya yang harus dibayarkan oleh mahasiswa pada setiap semester (baca UKT).

Terus kenapa sih memilih kelas karyawan? 

1. Ingin berpendidikan tinggi sambil tetap bekerja
2. Untuk memperoleh kenaikan pangkat/ jabatan di tempat kerja
3. Ingin kuliah reguler seperti umumnya, tapi dana belum tercukupi, jadi harus bekerja dulu. (kemudian balik ke poin pertama)

Gimana dengan jurusan desain?

Setelah kamu membaca sekilas penjelasan di atas, harusnya kamu akan jauh lebih mempertimbangkan kenapa kamu memilih kuliah ataupun melanjutkan kuliah jurusan desain dengan jalur kelas karyawan. Karena memang bukan hal yang mudah membagi waktu antara pekerjaan dengan waktu kuliah di jurusan desain nantinya. Simak penjelasannya berikut ini:

Teman-teman para karyawan
Menurut saya ini adalah salah satu nilai plus di kelas karyawan. Teman-teman mahasiswa merupakan para karyawan dari berbagai macam perusahaan. Walaupun kita mengambil jurusan desain, tidak menutup kemungkinan kalau teman sekelas kita bukan saja yang bekerja di industri desain. Ada juga yang bekerja di supermarket, toko, karyawan bank, pendidik/tenaga kependidikan sampai dengan para supir ojol. Kita akan bertemu dengan teman-teman yang mungkin baru belajar mengenai desain, tapi sudah memiliki pekerjaan di bidang marketing, misalnya. Ataupun kondisi lain yang ditemui kamu akan bertemu dengan teman yang memang sudah sangat berpengalaman bekerja di industri desain. Bisa dibayangkan akan menjadi orang hebat seperti apa ketika dia berhasil lulus menyelesaikan perkuliahannya. Logisnya adalah karena saat lulus kuliah dan menginginkan pekerjaan baru, maka selain mengandalkan ijazah bisa juga mengandalkan surat pengalaman kerja. Atau kalau masih ingin bertahan di tempat kerja yang selama ini ditempati, maka ijazah yang dikantongi bisa untuk mengajukan kenaikan jabatan maupun gaji. Ditambah lagi dengan kemungkinan tidak akan menyandang status pengangguran setelah lulus, karena memang sudah bekerja waktu masih kuliah. Menarik bukan?
Memang akan bermacam-macam kondisi yang kita temui dengan lingkungan teman-teman sekelas kita. Namun yang pasti, jika kita bisa mengambil nilai postifnya adalah mungkin saja kita bisa mudah saling bertukar informasi, terutama masalah pekerjaan, mulai curhat masalah sepele sampai serius, tentang masalah masing-masing yang terjadi di tempat kerjanya hingga berbagi informasi mengenai lowongan pekerjaan jika memang ada.

Menjalin link
Bukan saja kita mendapatkan informasi dan wawasan dari berbagai macam latar belakang teman-teman kita dengan tempat kerjanya. menjalin link adalah hal yang paling penting dilakukan. Akan berbeda kondisi ketika kita menjalani kehidupan kampus sebagai mahasiswa reguler dengan mahasiswa kelas karyawan. Menjalin link sebagai mahasiswa reguler mungkin saja dilakukan dan baru terlihat manfaatnya dalam jangka panjang. Maksudnya mungkin akan baru terasa manfaatnya ketika kita baru menyelesaikan studi kita. Hal tersebut karena memang belum adanya pengalaman terjun langsung atau bekerja dalam industri yang sesungguhnya. Maka ketika kita masuk dalam kelas karyawan, menjalin link bisa saja dilakukan seketika itu. Karena pengalaman masing-masing pada kondisi lingkungan dan industri pekerjaanya. Sebuah sinergi yang muncul dari perbedaan latar belakang pengalaman kerja maupun yang sama-sama memiliki keahlian dalam pengalaman kerjanya bisa saja langsung diterapkan. Tentunya tetap sambil menjalani kuliah dan menimba ilmu.

Dosen lebih cincay
Berdasar perbedaan pengalaman yang saya rasakan ketika menjalani mahasiswa reguler dan karyawan, memang dalam kondisi tertentu dosen akan terasa jauh lebih mengerti dengan keadaan para mahasiswanya. Hal yang paling sering didapati adalah para dosen tidak memberikan peraturan ketat mengenai kehadiran (lebih cincay asal bisa sepik aja). Tetapi yang lebih menarik adalah dosen bisa saja bersinergi masalah berkarya dengan mahasiswanya yang telah memiliki pengalaman hingga keahlian di bidang pekerjaannya. Kalau sudah bisa bersinergi seperti ini, nilai A juga pasti cincaylah...

Akan tetapi, di samping nilai plus menjalani sebagai mahasiswa kelas karyawan jurusan desain, tentu akan ada hal-hal yang mungkin terasa berat atau tidak mengenakkan untuk diri kita. Hal seperti ini akan sering kita jumpai ketika kita memang sudah memilih terjun sebagai mahasiswa kelas karyawan.

Minim kehadiran
Ini kondisi yang akan sering ditemui. Pada umumnya, untuk kelas karyawan sudah diberikan kelonggaran tersendiri mengenai kehadiran dari mahasiswanya. Namun ketika terdapat urusan pekerjaan yang bisa saja datang tiba-tiba, seperti misalnya harus dinas di luar kota, sisi lain sebagai karyawan tidak bisa dihindari, akhirnya terpaksa mengurangi kehadiran perkuliahan. Dilematis memang, mau tidak mau kita tetap saja mendahulukan pekerjaan, karena jika kita berhenti menjalani peran sebagai karyawan, mungkin saja kita tidak bisa melanjutkan masa perkuliahan. Ini adalah sebagian besar hal yang paling umum yang akan kita rasakan. Tetapi masih dimungkinkan ada kondisi yang lebih baik dari pada hal ini.

Anak tiri
Buat kalian yang bermimpi menjadi aktivis atau badan eksekutif sepertinya memang harus bekerja lebih keras atau bahkan mengubur mimpinya. Bukan tanpa alasan, tetapi hal ini juga tidak berlaku untuk semuanya, namun biasanya sebagai mahasiswa karyawan, pihak kampus lebih memprioritaskan kelas reguler dalam kegiatan-kegiatan internal kampus. Memang akan terasa pahit karena sebagai mahasiwa justru kurang mendapatkan pengalaman di dalam kampusnya sendiri. Cerita kita sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti unit kegiatan mahasiswa, aktivis, badan eksekutif akan berkurang atau tidak ada. "Berkaca diri" sebagai mahasiswa kelas karyawan memang baik diterapkan. Kalian bisa saja tetap mengikuti asal tidak berbenturan dengan peran karyawan kalian di luar kampus, namun itu hampir mustahil dilakukan ketika tubuh dan pikiran yang sudah lelah menghadapi pekerjaan harus bisa membagi lagi waktu untuk kuliah dan mengikuti kegiatan internal kampus.

Siap jomblo
Kenapa? Karena jelas waktu kita akan habis terbagi untuk pekerjaan dan kuliah. Kamu bisa bayangkan dari pagi hingga sore waktu kita hanya fokus pada masalah seputar pekerjaan, kemudian dilanjut untuk kuliah setelahnya hingga malam hari. Ataupun kuliah di akhir pekan yang sama saja kondisi keduanya memang akan mengurangi waktu kamu untuk fokus sama doi. Kalaupun pasangan kita memang mengerti dengan keadaan sebenarnya, itu merupakan hal yang sangat baik untuk kamu. Tapi tenang saja, kondisi dimungkinkan akan berbeda jika memang satu kampus, satu nasib perjuangan, satu komitmen. Tapi kembali lagi itu kalau kalian memang sudah punya pasangan. Hehehe.

Dilema antara tugas kuliah atau pekerjaan
Jika harus memilih urusan pekerjaan atau kuliah, kamu akan memilih yang mana untuk kamu prioritaskan? Rata-rata jawaban teman saya, dan saya sendiri adalah memilih pekerjaan. Kenapa? Karena jelas, kalau kita tidak bekerja, peluang kita untuk melanjutkan proses kuliah menjadi kecil. Sebuah pertaruhan yang menurut saya menegangkan. Selain masalah kehadiran, pengorbanan yang paling sering dilakukan adalah tugas dan nilai perkuliahan. Niat hati untuk menjaga agar selalu sempurna dalam mengerjakan setiap tugas perkuliahan yang diberikan. Tetapi sering kali menjadi terabaikan karena berbenturan dengan masalah pekerjaan. Alhasil, kita hanya bisa menyelesaikan tugas apa adanya, yang pada akhirnya tentu nilai juga akan keluar apa adanya.

Lelah, letih, lapar demi mengejar lulus
Kalau ini sih pasti dirasain semua jurusan di kelas karyawan. Namun untuk jurusan desain sendiri menurut saya ada nilai lebihnya. Lebih ekstra lelah, letih, capek, lunglai dsb. Tugas perkuliahan dalam jurusan desain tidak bisa di copy-paste saja. Pada intinya setiap ada tugas yang kebanyakan adalah praktik, maka kita harus benar-benar bisa membuat tugas itu sendiri. Tentunya waktu yang dihabiskan tidak hanya satu, dua jam saja. Kondisi seperti itu, digabungkan juga dengan kondisi kita yang juga seorang karyawan, tentu bukan hal untuk main-main saja kan. Penuh resiko jalan yang dihadapi. Akan tidak jarang kita menahan rasa lapar untuk menyelesaikan urusan pendidikan. Akan lebih sering menguras isi kantong demi menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Akan lebih sedikit waktu luang kita habis untuk bersenang-senang, karena menghabiskan waktu di dalam dunia kampus dan pekerjaan. Tentu semua itu demi menggapai predikat lulus.

Jadi bagaimana, apakah kamu sudah bertekad bulat untuk memilih kelas karyawan jurusan desain? Sebelum menentukan akan lebih bijak jika memang kamu memikirkan kemungkinan kondisi keseluruhan agar tidak sampai terjadi putus kuliah di tengah jalan. Karena memang tidak sedikit teman-teman yang akhirnya harus cuti panjang bahkan sampai putus kuliah di tengah jalan karena kondisi yang tidak dimungkinkan. Karena pada intinya menjalani dua rutinitas sekaligus memang tidak mudah. Tapi semangat terus saja para pejuang tali toga yang kerja juga. Semoga sukses!

Semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kelas Karyawan Desain"

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...