Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Pepeng Naif, “Komik itu Hidup Saya!”


Haloo teman DKV, siapa sih yang belum tahu grup band Naif ? Buat kalangan muda seperti saya pasti tidak asing lagi sama grup yang satu ini deh. Bicara soal band Naif, ternyata kelompok musisi yang satu ini memiliki penggebuk drum yang cinta banget dengan dunia komik lhoh gaes. Yess!, siapa lagi kalau bukan dia, Pepeng. Pepeng adalah penggebuk drum dari grup band Naif.

Jadi, selain dikenal sebagai penggebuk drum grup band Naif, Pepeng juga aktif berkreasi lewat komik. (Kamu bisa baca dan cari tahu lebih dalam artikel-artikel daring lainnya). Penggebuk drum dalam grub band Naif ini ternyata memiliki rasa cinta yang lebih pada dunia komik. Pepeng bukan hanya sebagai penggemar komik saja, pria bernama lengkap Franki Indrasmoro Sumbodo, lulusan D3 Desain Grafis Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini ternyata juga salah satu founder komik lhoh. Namanya Frank Komik.

Pepeng mengaku, ia tertarik komik sejak anak-anak, tepatnya adalah saat Sekolah Dasar ketika orang tuanya membelikan komik dengan tujuan untuk menanamkan gemar baca sedari dini. Singkat cerita, akhirnya Pepeng jatuh cinta dengan komik. Tak hanya sekedar membaca komik, aktifitas di luar ngeband, ia juga menjadi seorang komikus (Pembuat komik).

Pepeng memulai menjadi komikus pada tahun 2010-2013. Selama itu, ia pria berambut keriting ini telah merilis lima buah seri komik berjudul Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Dalam proses pengerjaan komik, Pepeng juga dibantu oleh seorang illustrator Haryadhi. Ia mengungkapkan, kalau idenya dalam membuat komik bisa datang dari mana saja. Proses pembuatannya antara komik satunya dengan lainnya berbeda. Tetapi rata-rata antara tiga hingga empat bulan.

Komik Setan Jalanan - Frank Komik

Sebagai bahan referensi, DC komik adalah kiblat dari Pepeng. Pepeng memang menyukai DC dan karakternya dari kecil. Ia juga gamblang membandingkan karya dari perusahaan komik besar di dunia, DC Comics dan Marvel Comics, Pepeng mengakui jika Marvel memang lebih unggul dalam hal penjualan sekaligus kesuksessannya menggaet perusahaan hiburan terbesar di dunia, Walt Disney. Dengan kata lain, bahwa Marvel memang lebih jago dari segi marketing dan distribusinya dibandingkan competitor seniornya, DC Comics.

sumber foto: bincangkincir

Melalui seni musik dan komik, pepeng mencoba menjadi seorang pelaku usaha yang mandiri dalam berkarya. Rentang waktu tujuh tahun ia menelurkan beberapa karya komik. Seperti tahun lalu, Pepeng juga merilis tiga seri terbarunya, yang memiliki kalangan pembaca usia beragam, dari anak-anak usia SD hingga remaja, dewasa. Pendistribusian dari Frank komik adalah melalui jejaring media sosial dan bekerja sama dengan rekannya untuk membuat sebuah komik digital. Ciayo Comics, adalah aplikasi komik berbasis digital dari hasil kerjasamanya. Melalui Ciayo Comics, memudahkan semua orang yang mau membaca komik, jadi nggak perlu beli komik dalam versi cetak atau buku lagi. Namun dengan seiring kemajuannya dalam industri digital, Pepeng juga masih memproduksi komik dalam bentuk fisik atau cetak.

Sumber Tabloid Nyata, Edisi 01 Mei 2018

Semoga Bermanfaat.




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pepeng Naif, “Komik itu Hidup Saya!”"

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...