Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Merancang Mood Board Referensi.



Dalam setiap penciptaan sebuah karya desain, pada inti yang saya sebutkan dalam hal ini yakni desain komunikasi visual. Seorang desainer cenderung akan dihadapkan pada masa-masa untuk berpikir dalam menemukan gagasan yang brilian untuk dijadikan sebuah karya desain komunikasi visual.

Apalagi jika dihadapkan dengan suatu project yang berhubungan dengan klien. Tentu seorang desainer juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas serta mampu untuk mempelajari setiap karakteristik dari klien tersebut. Karena beberapa kondisi yang demikian, maka setiap desainer terkadang memiliki pendekatan-pendekatan tersendiri untuk menentukan bagaimana merancang dan menterjemahkan konsep yang hendak dibangun.

Salah satu yang paling efektif menurut saya , untuk mencapai pendekatan konsep yang akan dipresentasikan terhadap klien adalah dengan cara membuat mood board referensi. Dalam kasus kebanyakan, pendekatan perancangan konsep dari desainer terhadap klien tak jarang memiliki pemikiran yang berbeda. Jadi untuk menterjemahkannya, seorang desainer biasanya sebelum memulai suatu project dapat merancang terlebih dahulu mood board referensi. Hal ini sangat umum ditemui, bahkan untuk kelompok fashion designer, interior designer, akan menjadi wajib hukumnya untuk merancang mood board referensi terlebih dahulu.

  • Pengertian Mood board Referensi. 
Adalah sebuah komposisi dari gambar-gambar yang difungsikan sebagai referensi desain yang akan dirancang. Mood board referensi biasanya divisualkan dalam bentuk kolase atau siteplan. Mood board referensi dapat mengungkapkan gambaran awal tentang bagaimana suasana yang hendak dibangun, dapat melalui warna, tekstur, tema, pemilihan font, hingga tata letak atau lay out setiap materi visual perancangan desain. Melalui mood board referensi, desainer bisa dapat berbicara banyak terhadap klien.


Contoh siteplan mood board referensi

Bayangkan saja jika seorang desainer tidak merancang mood board, katakanlah dengan kata yang lain, secara cepat dan tiba-tiba, proses desain sudah sampai pada tahap produksi karya, sedangkan begitu klien melihat pertama kalinya, pihak klien mengatakan tidak sependapat dengan konsep yang disuguhkan. Kan bisa jadi sangat sia-sia banget. Atau dalam kasus lain adalah tanpa kita merancang mood board referensi terlebih dahulu, kita hanya melulu ngomong panjang lebar secara lisan kepada klien. Maka bukan hal yang tidak mungkin, klien akan langsung berpikir aneh hingga mencari desainer lain. 

Jadi, melalui sebuah mood board referensi, desainer dapat menggambarkan dalam tahap awal konsep perancangan yang nantinya akan diwujudkan. Sebelum menuju tahap yang lebih dalam, (sebut saja misalnya, produksi), akan didapati sebuah pendekatan awal ataupun diskusi yang memudahkan desainer dengan klien dalam menterjemahkan ide masing-masing.

  • Pentingnya Mood board Referensi. 
Mood board referensi sangat penting karena dapat digunakan sebagai guide nilai estetik hingga tema konsep yang akan disuguhkan dalam sebuah project atau karya desain sebelum menyentuh tahapan proses selanjutnya. Dengan kata lain, mood board referensi adalah langkah awal yang dapat digunakan untuk desainer sebagai pendekatan untuk menterjemahkan ide-ide terhadap klien. Dalam kenyataannya, klien akan memberikan sebuah brief ataupun cerita singkat terlebih dahulu mengenai apa yang mereka inginkan. Maka begitu klien sudah memberikan brief, seorang desainer tentunya akan mencoba mengenal karakter dengan sebaik-baiknya untuk menterjemahkan dan mengembangkan maksud mereka dalam sebuah mood board referensi.

Dikutip dalam situs medium, tentang pentingnya sebuah mood board, bagi kebanyakan desainer adalah sesatu yang sangat mendasar sebuah penciptaan mood board referensi. Dimana dalam hal ini, sebuah mood board referesni dapat digunakan sebagai guide untuk mengembangkan sesuatu apa yang diinginkan klien.

Mood board juga dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menggaet kepercayaan terhadap klien. Melalui mood board referensi yang baik, maka seorang desainer dapat terlihat lebih professional. Tidak tercermin untuk asal buat karya saja. Karena semuanya telah diukur, dipelajari dan disiapkan secara matang. Hal tersebut dapat sekaligus memastikan jikalau klien tidak salah untuk menghire kita sebagai desainer mereka. Karena kita telah berusaha untuk memahami dengan sekasama maksud dari keingina klien. Bangga kan??

Contoh mood board referensi palet warna


Bukan hal yang tidak mungkin jika seorang desainer mengalami kebuntuan dalam mengembangkan sebuah ide. Hal kayak gitu juga sering gue alamin kok. Saya rasa sih wajar saja. Karena terlalu banyak pertimbangan dan permintaan desain yang diinginkan dari klien, tidak jarang justru membuat kita stuck dengan ide-ide yang harus dikembangkan. Melalui sebuah mood board referensi yang telah kita rancang, maka hal tersebut dapat membantu untuk mengembalikan ke dalam tatanan awal mood board. Jadi bisa digunakan sebagai pedoman untuk memvisualkan permintaan, mengeksekusi desain sesaui dengan siteplan seperti sebelumnya. 

Akan sangat jelas, kalau tujuan dari mood board itu untuk mengarahkan, menentukan tujuan dan sebagai panduan dalam penciptaan karya desain. Sehingga ketika kita stuck dalam suatu pengembangan kreatifitas ide, tidak akan ditemui penyimpangan dari konsep yang telah ditentukan. Karena semua dapat dikembalikan ke dalam siteplan mood board yang telah ditentukan.

  • Membentuk Mood board Referensi 
Mood board digunakan untuk dapat menyamakan persepsi antara desainer dan klien. Lalu baaimana penciptaan atapun membentuk sebuah mood board referesni yang baik? 

Contoh mood board referensi


- Membuat Sketsa 
Sketsa adalah pilihan utama ketika kamu memiliki kemampuan menggambar yang baik dan cepat. Sketsa menjadi pilihan alternative jika ternyata tidak di dapati referensi image yang dirasa sesuai seperti yang kita inginkan. Kita bisa membuat sketsa untuk memudahkan dan mempercepat dalam pembuatan mood board. Namun perlu diingat, sketsa yang kamu buat harus baik dan jelas yaa!
Mengumpulkan referensi

- Mengumpulkan Referensi 
Langkah ini sih yang paling sering saya lakukan dalam membuat mood board referensi. Langkah ini juga digunakan sebagai alternative apabila kita kesulitan ataupun memerlukan waktu lama dalam pembuatan sketsa. Mengumplkan referensi mulai dari image, entah itu di internet, majalah dsb. Situs yang menyediakan gambar-gambar inspirasi seperti pinterest adalah yang paling sering saya telusur. Menurut saya, situs ini sangat membantu untuk menemukan style, informasi, komposisi, pemilihan warna, fotografi dalam membuat mood board referensi. Jika boleh saya katakana, ini adalah perpusatkaan visual pribadi yang saya miliki. 

- Menambahkan Detail Keterangan
Jika saja dalam referesni image ataupun sketsa kita belum terlalu jelas, maka kita perlu sedikit menambahkan keterangan untuk menginformasikan lebih lanjut. Hampir mirip story line, tapi mungkin tidak terlalu panjang. Seperti misalnya dari pemilihan material, warna, motif yang dipakai. Dan jangan lupa, untuk selalu menuliskan sumber image yang telah kita gunakan sebagai referesni kita.

Semua itu dapat kita kumpulkan menjadi satu dalam sebuah bentuk kolase ataupun siteplan yang secara runtut kita atur untuk memudahkan klien dalam memahami gagasan kita.

Jadi apakah kamu sudah sadar begitu pentingnya sebuah mood board referensi? Apakah kamu sadar kalau apa yang kita bayangkan sebagai desainer, belum tentu sama dengan yang ada di pemikiran orang lain? Belum tentu sama dengan yang ada di bayangan klien? Belum tentu sama seperti yang ada di pemikiran pacar kamu?

Maka mulai sekarang, mulailah unutuk merancang mood board referensi, untuk dapat menyamakan persepsi kedua pihak secara damai dan legowo dalam project desain yang ada.

Semoga Bermanfaat. 



“ Whenever you’re designing, a logo, a web, a product, etc, mood boards are great to catch the overall vision for your projects. ”



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Merancang Mood Board Referensi."

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...