Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Menjinakkan Dosen Killer Ala Mahasiswa DKV. Yang Terakhir Ampuh Banget!


Jadi ceritanya sudah sebanyak apa deadline tumpukan tugas kuliah kamu, sob? Ditambah lagi yang memberikan deadline tugas itu dosen killer semua! Malang banget nasib kamu, nak !
Tapi tenang saja, jangan khawatir, sob. Yang namanya dosen dengan label killer pasti akan selalu ada disetiap sudut kampus. Tuhan memang selalu Maha Adil kok. Memang sih, doi diciptakan sedemikian untuk menjadi manusia dengan keunikan tersendiri. Spesies manusia dengan tingkat tega paling tinggi, tingkat kegalakan level akut, apalagi pas kamu telat mengumpulkan tugas, atau bahkan kelupaan membawa tugas untuk diserahkan ke doi. Udah deh, itu kiamat banget buat kamu sob. Bahkan tidak jarang karena kejadian seperti itu, akhirnya mahasiswa DKV seperti saya ini juga terpaksa mengulang mata kuliah di semester depan. Kzl kan?!

Nah, untuk mengatasi kekeselan yang seperti dulu saya alami, berikut saya bagi trik-trik untuk menjinakkan dosen killer ala mahasiswa desain.
  • Jangan Menganggap Dosen Killer Itu Musuh.
Walaupun dosen killer mempunyai sifat tega super maha dahsyat, tapi percaya deh sama saya sob, alangkah baiknya jangan pernah menganggap dosen killer itu sebagai musuh yang harus kamu benci. Trik paling mendasar adalah jangan berpandangan seperti demikian. Dosen killer itu tidak boleh kamu musuhin! Kenapa?? Karena belum tentu kamu akan menemui doi dalam satu semeseter saja. Berdasarkan pengalaman saya, biasanya predikat label dosen killer juga diiringi dengan kompetennya si doi loh. Ya, biasanya dosen killer termasuk salah satu dosen yang berkompeten atau menjadi andalan di kampus (versi kampus saya dulu). Jadi kemungkinan kamu akan bertemu dengan doi bukan hanya dalam satu semester saja, bukan hanya dalam satu mata kuliah saja. Atau mungkin bisa jadi doi malah nantinya jadi pembimbing Tugas Akhir kamu! Makanya, saya menyarankan untuk jangan benci atau anggap doi sebagai musuh kamu dulu. (kalo nanti setelah kamu lulus, boleh jadi deh).
  • Bukan Hanya Sama Gebetan Saja. PDKT Sama Dosen Killer Juga Penting.
Tapi jangan pernah berpikiran kalau PDKT disini kamu samakan dengan saat kamu sedang PDKT sama gebetan kamu ya sob. (Jomblo expert detected). Hal seperti ini juga penting dilakukan, tujuannya agar doi menjadi mengenal kamu lebih banyak, (walaupun sedikit demi sedikit) dibanding dengan teman-teman kamu. Apalagi doi tahu kalau kamu juga sangat bagus dalam membuat karya-karya desain. Pasti deh, hubungan emosional kamu dengan si doi bakalan cukup dekat. Bahkan pengalaman yang sampai saya lakukan adalah dengan cara membawakan kipas angin listrik mini yang biasa doi bawa. Karena ruang kelas saya waktu itu belum memakai AC. Jadi ceritanya doi yang punya label killer dikampus, setiap kali masuk dalam kelas selalu membawa kipas angin listrik mini untuk mendinginkan emosinya saat lagi naik. Nah kesempatan kasus seperti itu saya manfaatkan untuk pendekatan dengan si doi.

Kalau memang ternyata dosen killer kamu masih muda, ya paling tidak, bukan usia sesepuh seperti engkong banget sih, kamu bisa mencoba dengan mengajaknya ngopi diluar kampus. Sambil diskusi, ngobrolin seputar karya-karya desain, hingga trending desain kekinian. Asli deh, dosen paling suka diajak diskusi seperti ini di luar jam kuliah. Apalagi kalau kamu sampai yang bayar pesanan makan doi.
  • Jangan Pernah Bolos Di Kelasnya.
Seberapa malasnya kamu sama mata kuliah si doi, jangan pernah kamu bolos di kelasnya. Kasusnya bakalan sama ketika kamu sering datang terlambat apabila mengikuti mata kuliah dosen killer ini. Karena jika kamu melakukan hal semacam ini, nama kamu akan sangat gampang buat diingat doi. Karena nama kamu masuk dalam blacklist si doi. Percaya deh, kalau nama kamu sudah masuk dalam daftar hitam si doi, kamu bawakan martabak setengah matang ke rumah doi-pun, akan menjadi hal yang sangat sia-sia. Karena sangat susah ketika nama kamu sudah tertulis dalam death note si doi. Berbuat baik dengan cara apapun dan bagaimanapun, ajal kamu dalam kelas si doi bakalan datang lebih cepat.
  • Usahakan Untuk Terlihat Smart Di Kelasnya.
Dengan memiliki pandangan dosen itu akan senang dengan mahsiswanya yang pintar dan rajin (walaupun cuman pura-pura saja). Hal semacam ini adalah salah satu usaha yang paling sering dilakukan saya. Terlihat pintar saja terkadang tidak cukup. Kamu perlu terlihat rajin dalam kelas si doi. Walaupun seringnya dengan mengorbankan tugas-tugas mata kuliah lain hingga keteteran, tidak akan menjadi masalah ketika saya berhasil tepat waktu meyelesaikan hingga mengumpulkan tugas sama si dosen killer tersebut. Bukan hal yang tidak mungkin jika trik semacam ini dilakukan pasti neraka akan dipenuhi mahasiswa-mahasiswa DKV yang munafik kaya gue. Se killer apapun dosen pasti akan menjadikan kamu bernilia positif di mata si doi.

Terlihat smart juga agar tidak terlihat bodoh di mata si doi. Yaiyyalah! Terlihat smart juga biasanya dilakukan dengan cara sering bertanya kepada dosen killer tersebut. Yang biasanya terjadi adalah doi sangat suka dan senang apabila mahasiswanya berani bertanya dan membuat diskusi singkat dengan doi. Se killernya dosen killer pasti akan jinak apabila sering diajak diskusi sama mahasiswanya sendiri. Trik semacam ini sering kali berhasil untuk membuat auto lulus saat yudisium nanti.
  • Positive Thinking. Dengan Menganggap Dosen Killer Itu Idola Kamu.
Menurut saya, hal semacam ini adalah salah satu trik pamungkas yang dapat dilakukan ketika kamu memang sudah kehabisan akal untuk menjinakkan si doi. Dari pada mengorbankan mata kuliah untuk mengulang lagi di semester berikutnya, mau tidak mau, berbagai carapun bakal kamu lakukan dong pastinya? Berpikir positif dapat dilakukan dengan membayangkan atau mengimajinasikan dosen killer itu sebagai idola kita. Imajinasi seperti ini tentu hal yang biasa dilakukan sebagai mahasiswa DKV.

Misalnya saja membayangkan jika si doi adalah idola kamu, (Bayangin saja MJ) tentu hal semacam itu dapat menjadi motivasi lebih untuk menjadikan kamu tetap terus semangat dalam mengikuti mata kuliah si doi. Menjadikan suasana kelas menyenangkan, mengasyikkan sesuai dengan pikiran yang dibangun kamu sendiri, lambat laun juga kamu malah bakalan merasa kurang durasi dalam kelas tersebut. Berpikir positif dengan datang ke kelas tepat waktu, tidak berpikiran kelas akan berubah menjadi menyeramkan.


Jadi bagaimana sekarang? Masih mau mengikhlaskan begitu saja mata kuliah dosen killer? Atau kamu merasa tertantang untuk mempraktikkan trik-trik menjinakkan dosen killer ini?

Memang tidak ada ruginya untuk mencoba berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk mendapatkan kelulusan. Sebagai mahasiswa sejati sudah saatnya kamu bangun dari mimpi buruk yang kelam. Bangun dan tunjukkan kalau kamu juga bisa menjinakkan dosen killer tersebut !

Tapi ingat ya sob! Hal semacam ini bukan bertujuan untuk sekedar mencari muka di depan doi saja. Selain lulus, tentu yang paling penting adalah kamu dapat menyelesaikan tanggung jawab kamu sebagai mahasiswa. Dan yang paling penting adalah kamu akan selalu ingat dengan cara-cara unik kamu menjinakkan dosen killer yang mungkin dapat diwariskan ke anak-cucu kamu di masa mendatang.

Semoga bermanfaat


“ A good plan is like a google map design: it shows the final destination and usually the best way to get there. ”

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menjinakkan Dosen Killer Ala Mahasiswa DKV. Yang Terakhir Ampuh Banget!"

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...