Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Marketing & Desain. Berbeda, Tapi Sama Penting & Saling Membutuhkan.


Bicara tentang marketing, sangat erat kaitannya dengan aktivitas manusia sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi, manusia selalu dihadapkan pada sejumlah kebutuhan dan keinginan hidupnya. Saat itulah muncul peran sederhana marketing sebagai suatu aktivitas berkaitan dengan mengelola kebutuhan dan keinginan manusia tersebut.

Kebutuhan terkait pada segala sesuatu yang harus terpenuhi untuk keberlanjutan kehidupan, sedangkan keinginan terkait pada segala sesuatu yang bersifat pendukung setelah terpenuhinya kebutuhan. Misalnya ketika bangun tidur manusia membutuhkan air untuk proses metabolisme. Air menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi oleh manusia demi tubuh yang sehat. Namun buat generasi millenial, saat bangun tidur tentunya lebih banyak memilih gawainya terlebih dahulu baru minum air. Entah itu buat sekedar mengecek notifikasi chat yang masuk dari doi hingga sekedar mematikan notifikasi alarm yaa. Tentunya proses seperti inilah kondisi dimana marketing yang sedang bekerja.
Pada bebrapa website tentang belajar marketing memaparkan beberapa definisi marketing (Marketingteacher, 2005), diantaranya:

Dennis Adcock (1993) 
“The right product, in the right place, at the right time, at the right price.” 
(Produk yang tepat adalah ditempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan harga yang tepat). 

Philips Kotler (1994) 
“Marketing is the social process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging products and value with others.” 
(Marketing merupakan proses sosial baik secara individu maupun kelompok yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan, mulai dari membentuk dan merubah suatu produk hingga pada pemberian nilai terhadap lainnya).

Jika kita cermati dari beberapa pengertian di atas, bisa saja ditarik satu benang merah yang selalu disebutkan dalam mengartikan sebuah kata marketing, yakni : manusia, kebutuhan dan relasi sosial. Manusia yang dimaksud adalah pelaku aktivitas marketing, pusat kegiatan marketing tersebut, manusia juga merupakan pembentuk relasi-relasi yang mesti terjalin sehingga terjadinya aktivitas marketing. Kebutuhan, kebutuhan merupakan lahir dari keinginan-keinginan manusia dalam menjalani kehidupannya yang akhirnya mendorong atau memotivasi munculnya aktivitas marketing dan membentuk pasar. Relasi sosial yang dimaksud yakni sebagai dampak yang timbul dari pertemuan manusia dan faktor kebutuhan tersebut sehingga membentuk nilai baru dari aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Ketiga hal tersebut saling kait berkait sehingga membentuk sebuah siklus yang berjalan terus saat dijalankan.

Terus, apa kaitan pentingnya dengan Desainer??

Ketika marketing menjadi aktivitas yang membentuk siklus pada suatu organisasi/personal, maka nilai yang diperoleh dari proses relasi tersebut membentuk upaya keberlanjutan untuk jangka panjang. Dengan demikian jelas marketing bukan lagi persoalan sederhana seperti penjualan semata tetapi memasuki lingkup proses waktu yang panjang. Desainer sebagai seorang perancang suatu artwork ataupun produk, tentu perlu memahami hal tersebut di atas agar artwork yang diciptakan memiliki nilai jangka panjang, dengan kata lain dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan di pasar atau sebaliknya menciptakan kebutuhan baru di pasar.

Gaya hidup yang cenderung suka akan segala sesuatu yang simple dan praktis menjadikan peluang besar bagi seorang desainer dalam merancang kebutuhan-kebutuhan akan produk. Namun, besarnya peluang tentu sejalan dengan besarnya tantangan yang muncul dari pesaing. Maka dari itu, seorang desainer haruslah menggunakan strategi marketing untuk siklus jangka produk yang dirancang.

Dalam beberapa artikel yang saya temui, serta berdasarkan pengalaman pahit sekelumit kisah hidup, ditemukan adanya perbedaan kerja yang signifikan antara aktivitas desain dan marketing. Perbedaan-perbedaan tersebut menimbulkan gesekan-gesekan dan saling mempengaruhi kerja yang satu dengan yang lainnya. Walaupun berada dalam satu tujuan yang sama, gesekan dari perbedaan yang ada jika tidak dapat diantisipasi tentu akan berdampak buruk pada hasil yang hendak dicapai. Maka dari pada hal tersebut, diperlukan sinergi yang solid antara keduanya. Walaupun pada kenyataanya memang sulit.

Berikut beberapa perbedaan kerja marketers dengan designers yang memicu terjadinya benturan:



Dari daftar tabel yang tidak sinkron seperti di atas, tentu akan membuka pemikiran kita sebagai seorang desainer, apa sebenarnya manfaat pengetahuan marketing dari aktivitas perancangan sebuah artwork atau karya ataupun produk?

Dengan melihat dasar marketing adalah kebutuhan dan manusia, maka disanalah peranan yang ingin dihadirkan bahwa dengan pengetahuan marketing, kita dapat lebih berfikir analisis dan strategik. Artinya adalah, apa yang hendak anda rancang nantinya dapat mengarahkan pada kebutuhan manusia dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Melalui konsep analisis dan strategi marketing diharapkan kita sebagai desainer memiliki kemampuan dasar yang mendukung kreatifitas hasil desain kita ke depannya secara berkelanjutan.

Pada buku Design is Everyday Things (Norman, 2013) membahasakan bahwa hasil desain yang baik adalah yang dapat memahami dan memecahkan persoalan manusia serta bermanfaat bagi manusia tersebut (Design is understandingbility and usability). Beliau mencontohkan ada banyak hal yang dibutuhkan manusia untuk memudahkan aktivitasnya, namun terkadang ada beberapa hasil desain yang sebaliknya mempersulit manusia itu sendiri yangs sering disebut sebagai human error. Contohnya kemasan makanan yang harus dibuka dengan mulut, pintu dorong dua arah yang sering terbalik antara dorong dan tarik, pengganti channel radio pada mobil yang kecil mempersulit mengganti saat mengendarakan mobil, ataupun keran airpanas yang sering membingungkan arah putarnya. Maka karena itu perlu dipertimbangkan hal-hal yang terkait pada persepsi, memori, dan perhatian fokus manusia sehingga tidak terjadi human error tersebut.

Maka dari pada itu, dapat kita tangkap dari dasar pemikiran dari kerja marketing yakni persoalan kebutuhan. Jika kita mampu menangkap peluang-peluang kebutuhan yang ada di masyarakat tentunya akan memberikan kita referensi-referensi dalam merancang karya-karya desain yang akan dipasarkan nantinya. Bukan malah sebaliknya merancang suatu karya yang tidak dibutuhkan sehingga sulit untuk diterima oleh masyarakat.


Semoga bermanfaat.

"What is Human Needs ??? This is number one! Design should be the solution!”



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Marketing & Desain. Berbeda, Tapi Sama Penting & Saling Membutuhkan."

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...