Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Jejak Peradaban Kartini.



Bertepatan pada bulan hari jadi Kartini, sebagai upaya memperingati bentuk perjuangan sosok wanita tangguh di dalam negeri. Sebuah pameran bersama berskala nasional yang diprakarsai oleh Sanggar Pesisir Rembang. Dimana dalam momen kali ini telah mengajak perupa dari beberapa kota di Indonesia, diantaranya adalah Jogja, Magelang, Wonosobo, Sleman, Salatiga, Jakarta, Tangerang, Bandung, Demak, Pati, Tuban, Surabaya, Mojokerto, dan Purbalingga. Melalui bentuk tahap seleksi karya, dari sekian banyak karya dari peserta yang lolos seleksi, sudah mewakili hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa.
Tema besar pameran"Jejak Peradaban Kartini" yang berlokasi di Sanggar Budaya, Komplek Museum Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia dari tanggal 25 - 28 April 2018. Memperingati Tokoh Wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh nasional yang mensejarah, tentunya tak lepas dari kiprahnya dalam menciptakan sejarah di masa hidupnya. Seorang perempuan yang sangat fenomenal, seorang perempuan yang menginspirasi banyak orang, seorang perempuan yang dalam keberaniannya melawan keterkungkungan tradisi dan seorang perempuan yang mau opend mind (membuka pikiran) menciptakan strategi-strategi budaya waktu itu. Kartini yang sudah tidak bicara soal "Berfungsi untuk apa sesuatu itu, tapi sudah bicara tentang sesuatu itu berfungsi untuk apa?" 

Maka dalam perjalanan hidupnya, Kartini melakukan berbagai macam hal terutama menggunakan pendekatan budaya ketika melakukan perlawanan melawan kolonialisme. Kartini di dapur, membatik, melukis juga melayani suaminya. Semua dilakukan, sebab untuk merdeka harus dengan berkarya. Kartini di dapur, bukan sekedar kefeminimannya, tapi, dengan memasak rempah-rempah, mengolahnya menjadi bahan kebutuhan jadi, menggunakan alat alat ketahanan pangan tradiaional asli pribumi, semua dilakukan sebagai perlawanan atas budaya asing yang mulai menggeser budaya dalam negeri. Kartini membatik dan melukis sebagai perlawanan kreatifitas dalam melawan arus penjajahan budaya kolonial. Dan semacamnya.

Detail Acara Adalah Sebagai Berikut :


Kartini yang sangat berani mengambil resiko atas dirinya. Kartini yang kreatif dan imajinatif, Kartini yang seniman dan berimajinasi tinggi, dan Kartini yang mampu melawan kekakuan dan kebekuan tradisi feodal. Pun mampu mengajak kaumnya keluar dari apa yang disebut dengan 'Kanca wingking' belaka! 

Belum lagi, Rebel notes (catatan-catatan pemberontakan Kartini) atas kondisi waktu itu. Dia menulis dan mengajar untuk membebaskan keterkungkungan nalar. Merubah mindset masyarakat sekaligus menggelorakan pembebasan dari berbagai macam penindasan dan ketidakadilan.

Melalui sebuah pergerakan berpameran semacam ini, merupakan bentuk apresiasi tinggi terhadap salah satu tokoh bangsa yang dimiliki Indonesia. Sebuah bentuk pelestari kebudayaan dalam ruang lingkup seni rupa dan seni pertunjukan yang diharapkan akan mampu memberi perubahan atas mindset dan mainstream yang dianggap statis tanpa perubahan kreativitas.

Dari seklumit Jejak Peradaban Kartini, diharapkan pameran seni rupa sanggar pesisir kali ini, mampu memberikan motivasi, spirit, inspirasi, bahkan mampu menjadi keistiqomahan dalam melakukan ibadah kesenian. Dan juga mampu mendiaspora ke wilayah yang lebih luas terutama di Indonesia. Dan semoga, karya karya mendatang, tiada lagi kolase-kolase Wajah Kartini seperti poster-poster di tepi tepi jalan.

Mari Apresiasi bersama dengan penuh cinta, kasih dan damai, karya karya seni rupa yang akan digelar di Sanggar Budaya Rembang, Komplek Museum RA. Kartin Rembang Tanggal 25-28 April 2018. 

" Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."



Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Jejak Peradaban Kartini."

  1. Sosok yang luar biasa dan inspiratif, semoga di zaman yang semakin maju ini jiwa kartini masih hidup di dalam dada wanita-wanita indonesia
    Amien....

    ReplyDelete
  2. Iya Kak. Bener banget, semoga semakin banyak sosok wanita indonesia yg makin menginspirasi.

    Aamiin.

    ReplyDelete

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...