Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Brand & Logo. Beda Kata, Beda Makna. Tetapi Tetap Satu Tujuan.


Bicara mengenai Brand dan Logo, itu adalah kata-kata umum yang paling sering melekat buat anak desain, tidak terkecuali anak DKV. Bahkan sangat tidak jarang jika yang ada di pikiran orang lain tentang anak DKV seringkali dianggap sebagai tukang logo, alias orang yang kesibukannya hanya bikin logo. Padahal sih tidak melulu dan hanya sebatas itu saja, lebih luas lagi, brand dan logo hanyalah salah satu lingkup dari ilmu DKV.

Balik kembali ngomong brand dan logo, sebuah kata sederhana yang memiliki makna berbeda, tetapi tetap memiliki satu tujuan yang sama. Berbeda?? Ya, keduanya merupakan kata yang berbeda makna, walaupun bisa dikatakan masih memiliki satu bentuk tujuan yang sama, misalnya saja untuk membentuk citra dan difungsikan untuk bisnis sebuah produk.

Dengan cara menggambarkan keduanya sebagai analogi diri kita, bisa saja didapat cara gampang untuk membedakan antara keduanya. Dengan menganalogikan sebuah logo adalah gambaran dari wajah kita, sehingga secara visual, kita mudah untuk dikenal dan dibedakan dengan orang lain. Sedangkan brand, adalah nama, membantu memudahkan dalam penyebutan dan menjadikan kita memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan orang lain.

Melalui analogi sederhana tersebut, mungkin bisa didapati bahwa keduanya adalah kata yang berbeda makna. Bicara lebih dalam lagi, berikut ulasan untuk mengetahui perbedaan antara sebuah brand dan logo. Pernyataan yang mungkin bermanfaat agar kita tidak lagi salah menyebut atau berpikir bahwa logo adalah sama halnya dengan brand.

  • BRAND 

Brand atau orang sering juga menyebutnya dengan Merek. Merupakan sebuah identitas yang maknanya lebih besar dari pada sebuah logo. Brand tidak saja divisualisasikan dalam sebuah gambar simbol. Jauh lebih dalam, brand memiliki sifat sangat menyeluruh. Brand bisa saja berupa sebuah nama, symbol atau logo, tagline, hingga kombinasi sebuah warna.

Dikutip dari beberapa artikel lain yang berbicara tentang brand. Brand dapat diibaratkan sebuah nama. Tentu saja pemberian nama merupakan sebuah doa, dimana, disana terdapat harapan, cita-cita, serta tujuan yang memiliki nilai positif yang hendak diwujudkan.

Jadi, sebuah brand itu tentu membawa nama baik dari sebuah corporate. Diibaratkan, seandainya orang saja diyakini dan dipegang dari perkataan dan perbuatan positif yang secara konsisten dibuktikan dengan nyata. Maka tidak berbeda pula dengan sebuah brand. Nilai baik ataupun reputasi dari sebuah brand akan terus menjadi baik jika pesan yang disampaikannya secara konsisten terbukti benar.

Jadi untuk lebih jelasnya, ketika kita menggambarkan sebuah brand adalah nama diri kita, tentu brand tersebut harus mampu mempresentasikan diri atau dalam lingkup umum adalah perusahaan agar menjadi berbeda dengan perusahaan lain. Hal tersebut dapat divisualisasikan dengan penggunaan semacam logo, tagline hingga warna yang konsisten dijadikan ciri khas dari corporate yang dibawanya.

Misalnya saja, seperti dalam kasus dari ketiga brand ini.


Jika kita mendengar Brand Walls, maka sebagian besar orang, akan mengingatnya dengan Jingle yang dibawakannya. Atau jika kita mendengar Brand Gojek, tentu saya akan mengingatnya dengan warna hijau yang secara konsisten dibawa untuk mempresentasikan perusahaan tersebut.  Atau mungkin bahkan dari Brand Breadtalk, yang lebih tertanam di otak saya adalah aromanya. Ya, sebuah brand bisa saja sampai merasuk dalam pikiran orang sampai sedalam itu.

Tentu saja hal tersebut dirancang dan dibangun dengan melalui proses yang panjang dan tidak sesimpel seperti yang saya bayangkan dahulu.

  • LOGO 

Logo bagi kebanyakan orang diartikan sebagai lambang atau simbol khusus yang dapat mewakili suatu organisasi. Sebuah logo divisualkan dalam bentuk yang dapat berupa nama, lambang ataupun elemen grafis lainnya. Logo merupakan gambaran dari definisi personality perusahaan. Maka daripada itu, terkadang logo digambarkan sedemikian unik dan simple sehingga point penting dari logo agar mudah diingat tetap dapat terwujud. Misalnya saja ketika melihat serta mengingat gambar logo Nike dengan simbol ceklisnya, Adidas dengan ciri tiga garisnya, Playboy, dengan symbol kelincinya ataupun perusahaan besar lainnya. Kebanyakan dari corporate seperti itu sangat jeli dalam memilih logo. Tidak ada kata asal atau sembarang dari tujuan penciptaan sebuah logo tersebut. Semuanya telah dirancang dan dikonsepkan sedemikian, dan tentunya sangat mewakili dari perusahaan yang dibawanya.

Seperti pada kalimat awal tulisan ini, jika saja logo dianalogikan sebagai sebuah wajah, maka setiap orang akan mudah dikenali dan dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Karena masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda. Maka sama halnya dengan sebuah logo tersebut. Logo merupakan suatu simbol dari penciptaan sebuah visi penyampaian citra positif perusahaan.

Karena pada dasarnya memang sebuah identitas, maka logo alangkah baiknya harus mengandung sisi unik dan mudah untuk diingat. Bahkan dosen saya sampai mengatakan jika logo yang baik adalah harus bisa diingat dalam waktu tiga detik saja orang melihatnya. Sebegitu simple dan tentu enak dipandang logo yang diciptakan, pastilah tidak asal sembarangan dalam menciptakan sebuah logo yang baik. Karena, justru sebuah nilai sederhana yang mudah diingat dan enak dipandang itu tidaklah mudah dalam proses penciptaannya. Karena perlu diingat juga, sebuah logo juga harus membawa penjelasan mengenai jati diri dari perusahaan.


Jadi berdasarkan wacana seperti itulah Brand dan Logo bisa dikatakan jelas berbeda kata, berbeda makna namun masih tetap dalam satu visi yang sama untuk membangun citra positif dari organisasi yang dibawanya. Karena dasar keduanya adalah saling melengkapi. Logo tanpa brand, hanya akan menjadi pajangan visual saja. Sedang, brand yang tidak divisualkan dalam bentuk logo akan menjadi sebuah mitos saja. Namun dibalik hal tersebut, keduanya tetaplah memerlukan dukungan satu sama lain untuk bisa menjalankan fungsinya masing-masing. Sehingga apa yang menjadikan visi dan misi dari sebuah organisasi dapat terwujud dengan baik.

Semoga Bermanfaat.



" Jika Logo Dianalogikan Dari Diri Kita Sebagai Wajah, Maka Brand Dapat Disebut Sebagai Nama. 
Keduanya Harus Sama-Sama Ada, Untuk Bisa Sempurna."



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Brand & Logo. Beda Kata, Beda Makna. Tetapi Tetap Satu Tujuan."

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...