Belajar itu Menyenangkan! Multimedia Interaktif Pembelajaran Untuk Anak.

Mengasah Taste Desain, Melalui Nirmana



Nirmana merupakan gabungan dari dua kata “nir” dan “mana“. 
Nir artinya tidak ada. Mana yang bermakna arti. 
Jadi jika digabungkan, berarti NIRMANA adalah tidak ada arti.

Lohh??Tidak ada arti? Gimana maksud & ceritanya nih?! Terus nirmana itu seperti apa ?

Yaa, seperti itu pertama kali respon saat dengar kata nirmana, sama seperti kamu juga. Untuk memahami definisinya saja saya bingung, gimana lagi kalau nantinya mengerjakan tugas-tuganya?!.
Tapi lama-lama terlalu kelamaan, akhirnya saya juga mulai faham kalau yang dimaksud tidak bermakna disitu bukan seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

Mungkin untuk orang awam, pasti akan sangat asing kata nirmana dwimatra ini. Tapi untuk orang-orang yang hidup berada di lingkup desain, nirmana dwimatra bakalan santer erat di telinga mereka. Dalam lingkup Desain Komunikasi Visual, nirmana menjadi salah satu mata kuliah wajib yang biasanya diambil di awal-awal semester. Karena mata kuliah ini memang memiliki peranan penting untuk mahasiswa-mahasiswa baru, sehingga sangat sesuai untuk mengenalkan apa itu nirmana dwimatra di awal perkuliahan.

Menurut sepengetahuan saya, nirmana itu ada dua, yakni nirmana dwimatra dan nirmana trimatra. Berdasarkan pengalaman saya sebagai anak DKV, nirmana dwimatra yakni berhubungan erat dengan grafis hingga elemen seni dua dimensi. Sedangkan nirmana trimatra berhubungan erat dengan seni tiga dimensi, yang biasanya tugas-tuganya berkaitan dengan membuat karya instalasi, kolase hingga mountase. 

Tapi kesempatan kali ini akan saya bahas nirmana dwimatra, karena menurut saya, mata kuliah ini memiliki ilmu-ilmu dasar untuk memahami Desain Komunikasi Visual yang sebenarnya. Dengan saya menuliskan ini, saya juga bisa mengingat suka duka, ya pasti banyakan dukanya sih, ngebuat sebuah tugas nirmana hingga bisa nyelesein tepat deadline pengumpulannya. Huft banget! 
Baik dan jeleknya nilai yang saya dapat waktu itu ternyata memang tidak berpengaruh besar. Baiknya waktu itu mungkin saya bisa lulus dari mata kuliah tersebut, tanpa perlu mengulang. Tapi jauh lebih besar lagi, ilmu dan pengalaman yang dipelajari hingga saya lulus mata kuliah ini, bisa saya rasakan efeknya dan saya manfaatkan sampai di kehidupan saya yang sekarang ini sob.

Nirmana Dwimatra, di kelas itu dulu saya dituntut untuk membuat bentuk karya dua dimensi, yang pasti tidak membuatnya secara sembarangan yaa sob. Unsur serta prinsip teoritis seni juga tetap harus di nomor satukan. Jadi, tidak boleh asal-asalan jadi sembarangan yaa! Dimana dalam berkarya itu, memang tidak diperbolehkan menghasilkan bentuk-bentuk yang menyerupai bentuk apapun yang sudah ada sebelumnya. Seperti misalnya, ketika saya menggambar, itu tidak dibolehkan membuat bentuk yang sudah ada, seperti bentuk manusia, hewan, simbol-simbol atau sebagainya, itu tidak diperbolehkan sob.



Bingung kan, kamu harus ngapain?Hahaha 

Memang selama mengikuti mata kuliah ini, Bingung sih sudah pasti! Kesabaran jadi kunci utamanya sob. Tidak sedikit dari teman-teman saya yang memilih mundur gara-gara bingung dengan maksud tugas yang perlu diterjemahkan lagi, alias tidak asal selesai buat saja. Sangat penuh lika-liku untuk mengikuti kuliah ini. Sampai merelakan mengurangi jam tidur, menjadi satpam kos, alias sering begadang demi ngelembur menyelesaikan tanggung jawab tugas, itu semua akan menjadi selama saya mengikuti kuliah ini.
Capek?Lelah?..Iya, bener banget, sob! Namanya juga berjuang. Hehehe. Tapi memang menurut saya, goal dari kuliah ini lebih besar dari yang saya bayangin. Melatih kesabaran, kalo tidak sabar, ya pasti bakalan sia-sia. Karena lewat nirmana dwimatra saya juga dilatih buat peka, sabar dan tentunya teliti.

Nirmana dwimatra, selama mengikuti proses perkuliahan ini, saya diajarkan atau lebih tepatnya dilatih tentang kepekaan, cocok banget buat para cowok, biar tau arti dan makin peka deh. taste, komposisi, keseimbangan hingga warna. Semuanya secara komplit dipelajari disini. Dari mulai titik, garis, bidang, dimensi atau ruang, komposisi hingga proporsinya. Semua unsur seni dan prinsip dalam nirmana dikembangkan dan dipelajari hingga mencapai suatu bentuk yang dinilai sesuai. Ya, tentunya untuk mencapai semua itu kamu harus melakukan asistensi dengan dosen kamu ya sob! Dan menurut saya itu tidak gampang, karena berdasarkan pengalaman saya, yang namanya revisi itu pasti ada, dan itu tidak hanya cukup sekali dua kali langsung dapat nilai. Memang susah susah gampang untuk memperoleh nilai yang seempurna. Tapi ya maklum dan bersabar aja, karena memang namanya belajar tetap memerlukan proses untuk menjadi terus lebih baik lagi. Tapi percaya deh, kalau manfaat dari belajar nirmana itu bisa kamu rasakan sampai kamu terjun professional di industri perdesainan. Hehehe. Kamu akan bisa membedakan mana saja desain yang baik menurut taste yang kamu peroleh sebelumnya, mana saja desain yang menggunakan prinsip-prinsip nirmana dwimatra ini. Pasti akan ada perbedaanya kok!

Berikut teori-teori dan pengertian yang menjadi dasar untuk kamu mempelajari nirmana.

Elemen Dasar Nirmana :

Titik
Titik adalah satuan bentuk terkecil yang memiliki dimensi.

Garis
Garis yakni Goresan nyata dan batas dari sebuah benda. Atau garis juga titik yang saling dihubungkan, sehingga membentuk suatu garis.

Bidang
Adalah bentuk pipih tanpa ketebalan. Punya dimensi panjang dan lebar serta luas, kedudukan arah dan diakhir dengan batas sebuah garis.

Gempal
Adalah bentuk bidang yang punya kedalaman serta ketebalan.

Prinsip-prinsip Nirmana Dwimatra:
Banyak yang bilang jika seni itu universal. Kamu bisa bebas membuat bentuk seni seperti apa yang kamu inginkan. Karena persepsi orang saat melihat karya kamu bisa saja atau hampir pasti berbeda. Namun menurut saya, alangkah baiknya jika kamu memang tahu, dan mampu untuk menerapkan prinsip-prinsip nirmana ini di karya desain kamu sob. Karena desain merupakan ilmu seni terapan, jadi menurut saya, nirmana akan tetap menjadi penting untuk karya desain atau seni kamu. Dimungkinkan dengan kamu mengerti teori prinsip ini, karya kamu akan menjadi lebih baik lagi.

Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah keadaan suatu benda jika semua dayanya bekerja saling meniadakan. Mudahnya tuh seperti ini deh, bagian kanan dan kiri sama.

Irama (Ritme)
Irama adalah pengulangan yang teratur dan terus menerus. Di alam kita bisa mengambil contoh pengulangan gerak, seperti pada ombak laut, gerakan daun yang tertiup angin, semut berbaris dan lain sebagainya.

Kesatuan (Unity)
Kesatuan adalah salah satu prinsip dasar dalam tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa bakal ngebuat karya kamu kelihatan kurang bagus. Ketidakteraturan akan mentidakibatkan karya yang dihasilkan menjadi tidak nyaman dipandang.

Point Of Interest (Emphasis) Dominasi punya beberapa makna tujuan, yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan. Gampngnya adalah supaya desain tidak terlihat monoton.


Semoga bermanfaat. 

" Seni itu intinya harus belajar merasa nyaman, kalau belum merasa nyaman, berhentilah sejenak "


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengasah Taste Desain, Melalui Nirmana"

Post a Comment

Hindari kalimat negatif, p*rngrafi, serta perjudian

Random Posts

Sedang Memuat...